Monday, October 24, 2011

LELAKI ATAP LANGIT



setiap ku berada di sang pencakar langit
ingatanku senantiasa mengait padamu
justru karena kutahu persis, kamu tidak bahagia
bernafas di ketinggian sana

aku bagai bisa merasakan
denyut jantungmu berdetak kencang
menatap urat nadi dunia
nan terbentang di hadapanmu, di bawah naungmu
yang menghampar laksana payung langit untukmu

anganku dapat menatap lekat-lekat
saat tatap rajawalimu
menangkap sekelumit titik di balik awan
menghirup aroma kawan atau lawan
intuitif memahami mana predator mana mangsa

Kalaku menjejak kaki di seperempat horizon bumi,
Kubisa merasa himpitan jenuh di dadamu yang ingin lari dan pergi
dari suasana agung yang fana dan berjarak ini
ingin segera menghambur dalam rangkulan bumi pertiwi

namun entah mengapa
hal yang tidak sepenuhnya kau suka
justru menarik dan menyeretmu lagi
dan menahanmu disana

seolah memang disanalah singgasanamu
siapa pun yang berniat mendudukinya
seolah tahu tidak seharusnya mematut diri di hamparannya

sungguh tempatmu cocok disana
kamu bagai pasukan malaikat penjaga
senantiasa bersiaga di gerbang ketenteraman bumi

tidak ingin diusik
tidak ingin mengusik
walau terkadang tak berdaya jua
saat harus terlarut dalam tarik ulur
riuh rendah konflik penghuninya
nun di bawah sana

tegaklah berdiri disana..
harapku
melesatlah dalam keriuhan
menuju titik nisbi
yang tak seorang pun mampu menerka

toh aku merasakan hadirmu
selalu..

Donna Turner
28 September 2011

Sunday, October 23, 2011

HAKIKI KEABADIAN




Oktober semakin renta.. 
jabang bayi November 
menjejak-jejakkan riang kaki kecilnya, dalam perut ibunda..
bergegas menanti hadirnya di dunia..

frame demi frame masa bergulir cepat..
menawarkan peristiwa, wacana, wahana
peluang menanam benih kebaikan
demi tumbuh, kembang, panen kebajikan..

manfaatkan momentum saat ini..
leburkan diri dalam totalitas 
penuh dedikasi, gairah, keikhlasan dan harapan,
bagi secarik senyum di akhir jaman

teruslah berkarya, sahabat
tebarkan ilmu dan karya penuh manfaat,
wariskan harta terbaik kita
untuk sesama dan semesta

Donna Turner
24 Oktober '11

Wednesday, October 5, 2011

DELUSI KOMPARASI






kiranya kita belajar paham
dan nyaman mensyukuri
apapun anugerah kita dariNYA,
dari yang unik, mengagumkan
sampai yang berpotensi usik harga diri,


maka kita akan berhenti 
melakukan komparasi sia-sia 
yang mengelabui dan memperdaya diri..


apresiasikan dengan tulus dan wajar, 
segala kemilau di sekitar kita..


maka keindahan-nya pun,
perlahan menerpa kita, 
memancar dari dasar hati..


hayati kelam di sekeliling kita,
sebagai ajakan menyingkap tabir hitam pribadi..


maka cahaya murni pun,
beringsut berpendar menyinar
menyebar kilau ke sanubari


ukur langkah kemajuan,
dari seberapa jauh 
kita sudi meninggalkan jejak kita 
yang telah tertanam dalam, 
di kurun waktu lalu,


ukur lompatan "prestasi",
dan seberapa banyak 
kita sudah memancangkan jejak baru,
yang kian membawa makna sentral, horisontal, vertikal 
pada kekinian..


Donna Turner
051011

Saturday, October 1, 2011

PIJAR DI UJUNG ASA





Pejuang Sejati,
saat kutatap sorot matamu,
aku tahu rasa itu..
hidup bagai mati,
raga melangkah,
jiwa meratap..


nafasmu masih ada,
denyutmu masih berdegup..
serasa kian melemah..
jiwamu bagai berpusar dalam labirin pemikiranmu,
terkurung dalam sepetak kotak kecil,
yang entah mengapa, 
harus kau maknai begitu besarnya


sahabatku terkasih,
kaulah penggagas-ku
di kala-ku masih menatap isi dunia,
dengan keluguan kanak-kanak di hatiku
kau juga pembangun tidurku
di saat keindahan demi keindahan,
berlalu lalang menyilaukan pandangku..


temanku yang kucinta,
gaungmu masih memantul dalam hatiku
tentang suara kebebasan,
tentang pesan dedikasi,
tentang suratan memberi dan memaknai hidup,
pada bentang dunia tak berbatas ini


kawanku yang kusayang,
kiprahmu melibas segala penjuru
auramu begitu perkasa
berbias dengan hatimu yang begitu lembut..
kata-katamu begitu menggugah
tulisanmu sangat ber-taksu,
memagut, membangunkan, menguatkan..


kau tidak pernah tahu,
di saat dirimu berkelana menjawab segala tantangan,
langsung ke pusat nadi dunia,
aku masih memaku diriku
melanjutkan mekanisme rutin-ku
demi cakupan tanggung jawab kecil-ku


di saat ku-mulai memahami benang kusut kehidupan
ku-coba  mulai mengurainya
merayap ke relung sepi dan sunyi 
merambah hatiku..
rasanya hanya itu yang kumampu..
menyelam  ke dalam, 
bukan membentang seperti-mu


sahabat baik-ku,
aku yang sangat pemula ini,
walau tertatih, terlontar, terpana..
"akhirnya"  menemukan puzzle demi puzzle hidup-ku..
jangan kau bertanya padaku,
bagaimana caranya..
kau lah yang lebih tahu,
kau barometer pembebasan dunia,
bukan aku..


temanku tersayang,
tidak ada yang mampu menghalangimu..
semua mencintaimu, dengan cara mereka, 
yang mungkin tidak selaras dengan akal sehat-mu..
namun, betapapun mereka ingin membelah-mu,
asa-mu yang sekuat baja
akan senantiasa mampu menopang ragumu,
mengingatkanmu akan mimpimu, 
dalam badai kalutmu sekalipun


sejawat jiwaku,
hanya kau yang paling tahu
apa yang harus kau raih saat ini,
demi pencapaian hidupmu,
demi cita-cita besar-mu,
demi seutas senyum di kedua sudut bibirmu,
di detik-detik malaikat maut menjemput dan mengawal-mu nanti,
dengan kepakan anggun sayap, dan anggukan takzim mereka


percayakan pada-NYa, 
limpahkan semua ragu dan kesulitan-mu pada-NYA
kau tinggal melanjutkan tanda-tanda dariNYA
niscaya jalan-mu dibukakan,
tanya-mu dijawab,
pinta-mu dikabulkan,
sesuai takdirmu..
yang memang terberi hanya, dan hanya..untukmu


ku menghantar-mu dalam doaku,
kau membuka-nya dengan terjang-mu..
sebagaimana yang pernah, dan akan kau awali..lagi dan lagi..




Donna Turner
01-10-2011

DIA pun AKU jua




kekaguman maupun kebencian-ku
terhadap kebiasaan, karakter, ciri tertentu 
di diri seseorang,
murni merupakan refleksi diri-ku 


ada pantulan-ku di insan tersebut.. 
seberapa besar kadarnya, 
sesungguhnya sama besarnya
dengan kadar-ku yang kulihat ada pada diri orang itu


saat ini
aku masih ingkari kebenarannya..
namun naluriku 
mulai dapat merasakan wujud hadirnya


jangan terlalu kejam menuding-nya
tudingan itu akan menjadi bumerang bagi ego-ku


"kamu menghasut-ku!"
sesungguhnya : aku pun menghasut-mu
"kamu perayu ulung!
makna lainnya: aku juga perayu ulung

jangan terlalu kuat memuja
pukau itu akan memakan ruhani-ku

"kamu sangat mengagumkan"
pantulannya: aku tak kalah mengagumkannya
"kamu luar biasa"
pesannya: aku sama luar biasanya

aku dan orang itu
satu adanya
kita terkait, saling mempengaruhi,
ada di rentang frekuensi nan sama


amati dia lekat-lekat
temukan rasa diri-ku disana

doakan dia dengan kesungguhan
niscaya membuahkan pembebasan diri-ku juga



Donna Turner
01-10-2011

Tuesday, September 27, 2011

TABIR PUBLIKASI








bicara kemilau prestasi diri.. 
identik sombong? 


bila keberhasilan senantiasa didengungkan,
mungkin motivasi diri meningkat, 
namun bahaya arogansi 
bisa terakumulasi


menyampaikan kegagalan diri..
cenderung pesimistik?


bila target tertunda, sasaran meleset selalu diungkap..
mungkin sikap diri lebih realistis, 
namun ancaman kemalasan 
berpotensi mengakar


terlalu sering berhasil..
memupuk pongah, pamer,
mengundang iri, dengki,
bagi saksi yang tidak siap, tidak suka


terlalu banyak gagal..
memancing pahit hati, pahit lidah
memupuk cemooh, cibir,
pada pengamat yang gemar tragedi sesama


fokus-lah
pada apa yang ingin dicapai,
konsentrasi-kan
pada suatu yang sedang diperjuangkan


hayati dan evaluasi hasil..
sampaikan pada pihak inti,
siar-kan penilaian puas maupun kecewa..
pada lingkaran internal


datangnya puji dan cela,
serahkan pada Sang Maha Penilai
hadirnya pro dan kontra,
pasrahkan pada Sang Maha Penyeimbang


bangkit dan terpuruk-nya nasib
senantiasa silih berganti..
ekshibisi ego tiada henti
hanya pemuas nafsu saat ini


biarkan bangga diri dan cemas diri 
terlelap dalam peraduannya,
biarkan hati lurus nan tulus
mengambil alih perannya


Donna Turner
27 September '11

Sunday, September 11, 2011

METAMORFOSA




transformasi akan mewujud
bila kita bersedia 
menanggalkan jubah lama,
kemasan lawas, 
gaya hidup lampau, 
cara pandang kadaluarsa,

yang dulu pernah sangat memadai bagi kita,
sempat membuat kita tampil berkilau,
mengundang decak kagum

namun justru di masa ini
mengekang laju kebebasan nurani

jangan paksa diteruskan,
jangan lagi dikenakan
ke diri sendiri,
ke komunitas,
terlebih ke orang-orang yang kita kasihi..

sudah waktunya menelusuri prinsip hidup baru
yang lebih memberi makna signifikan 
bagi keberlangsungan hidup

temukan hal hakiki,
sadari banyak jalan menuju esensi..
tanpa memaksa,
tanpa menekan,
tanpa mencerca,
tanpa mendewakan pencitraan semu..

temukan kemilau abadi
melalui proses transformasi alami
yang lebih murni ...

Donna Turner
12 September 11